Selasa, 12 November 2019

MEKANISME – MEKANISME PERTAHANAN EGO



             Apabila para konselor menangani resisten – resisten dan pertahanan – pertahanan, maka pemahaman atas sifat dan fungsi pertahanan – pertahanan ego menjadi penting. Mekanisme – mekanisme pertahanan ego membantu individu mengatasi kecemasan dan mencegah terlukanya ego. Mekanisme – mekenaisme perthanan ego itu tidak selalu patologis dan bisa memiliki nilai penyesuaian jika tidak menjadi suatu gaya hidup untuk menghindari kenyataan. Mekanisme - mekanisme pertahanan yang digunakan untuk individu bergantung pada taraf perkembangan dan drajat kecemasan yang dialami nya. Mekanisme mekanisme pertahanan sama sama memiliki dua ciri menyangkal atau mendistorsi kenyataan dan beroperasi pada taraf tak sadar teori freud adalah model pengurangan ketegangan atau sistem homeostatis berikut ini penjabaran penjabaran singkat mengenai beberapa bentuk mekanisme pertahanan ego:

PENYANGKALAN
            Penyangkalan adalah pertahanan melawan kecemasan dengan menutup mata terhadap keberadaan kenyataan yang mengancam.

PROYEKSI
            Proyeksi adalah mengalamatkan sifat sifat tertentu yang tidak bisa diterima oleh ego kepada orang lain.

FIKSASI
            Fiksasi adalah Menjadi “Terpaku” pada tahap – tahap perkembangan yang lebih awal karena mengambil langkah ketahap selanjutnya bisa menimbulkan kecemasan.

REGRESI
            Regresi adalah melangkah mundur ke fase perkembangan yang lebih awal yang tuntutan – tuntutanya tidak terlalu besar.



RASIONALISASI
            Rasionalisasi adalah menciptakan alasan – alasan yang baik guna menghindarkan ego dari cedera, memalsukan diri sehingga kenyataan yang mengecewakan menjadi begitu menyakitkan.

SUBLIMASI
            Sublimasi adalah menggunakan jalan keluar yang lebih tinggi atau yang secara sosial lebih dapat diterima dorongan doronganya.

DISPLACEMENT
            Displecement adalah mengarahkan energi kepada objek atau orang lain apabila objek asal atau orang yang sesungguhnya, tidak bisa di jangkau.

REPRESI
            Represi adalah melupakan isi kesadaran yang traumatis atau bisa mebangkitkan kecemasan, mendorong kenyataan yang tidak  bisa diterima kepada tak sadaran atau menjadi tidak menyadari hal hal yang menyakitkan.

FORMASI REAKSI
            Formasi reaksi adalah melakukan tindakan yang berlawanan dengan hasrat – hasrat tak sadar, jika perasaan perasaaan yang lebih dalam menimbulkan ancaman, maka seseorang menampilkan tingkah laku yang berlawanan guna menyangkal perasaan – perasaan yang bisa menimbulkan ancaman itu.

20 komentar:

  1. Haaaay terbaiik laaah bapak ini

    BalasHapus

Peran Guru BK Dalam Mempersiapkan Siswa Untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Peran Guru Bk Dalam Mempersiapkan Siswa Untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0                              Apa Itu Revolu...